Blog ini didedikasikan untuk kepentingan pengetahuan dunia islam dan hal-hal berkaitan dengan keislaman. Semoga jadi ajang diskusi yang sehat buat kita. jazakallahu khairan....

Terbaru | Video | Mp3 Kajian

'Alam Islami

More on this category »
Fiqih “Maka mengapa org2 itu(munafik) hampir2 tidak memahami pembicaraan sedikitpun?”(QS 5:78)

More on this category »
Thibbun Nabawi "Setiap penyakit ada obatnya,...(Al-Hadits)

More on this category »
Bahasa Arab

More on this category »
Konspirasi

More on this category »
Tampilkan postingan dengan label Seni Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Januari 2014

Nasyid tentang Sahabat Nabi "Yaa dzakiran Ashhabikum"




يا ذاكر الاصحاب

ياذاكر الاصحابِ كن متأدباً واعرف عظيم منازلَ الأصحابِ
::
هم صفوةً رفعو بصحبةِ أحمدَ وبذاك قد خصو من الوهابِ
::
هم ناصرو المختار في تبليغهِ فجزاهم الرحمان خير ثوابِ
::
مابال أهل الغي طال لسانهم وتجرأو ورموه بسبابِ
::
سبُ خيار الخلق من لهم العلى ولهم المقام في ذرى الاحسابِ
::
من قبل صرح اعوج عن حقدهِ في سب شيخ متق اوابِ
::
ياثاني الاثنين في الغار الذي شهدة له ايات خير كتابِ
::
واليومَ قد صدع الخبيث بجرأة ووقاحة من سافل كذابِ
::
اذى النبي محمد في عرضهِ سيعمه ذلٌ وشر عقابِ
::
اذى النقية بنت خل المصطفى فليخسئ سعية كسرابِ
::
هاتيك ام المؤمنين وفضلها يروى لنا في سورة الاحزابِ
::
يا ام اني قد كتبت مدافعا والدمع مني كالذى منسابِ
::
من ذاك يجرؤ ان ينال لسانهُ من زوج خير العجم والاعرابِ
::
يامن زعمتم حب آل نبيكم أخذت جماجمكم من الألبابِ
::
تمشون في درب الضلال معتباٍ قد اخفيت عثراته بضبابِ
::
ياذاكر الأصحاب كن متأدباً واعرف عظيم منازل الأصحابِ
::
هم صفوةً رفعو بصحبةِ أحمد وبذاك قد خصو من الوهاب

Sabtu, 29 Desember 2012

(يا عابد الحرمين)Yaa 'Abid Al-Haramain

يا عابد الحرمين


يا عابد الحرمين لو أبصرتنا
لعلمت أنك في العبادة تلعب
من كان يخضب جيده بدموعه
فنحرونا بدماءنا تتخضب

أو كان يتعب خيله في باطل
فخيولنا يوم الكريهة تتعب
ريح العبير لكم و نحن عبيرنا
و هج السنابك و الغبار الأطيب

و لقد أتانا من مقال نبينا
قول صحيح صادق لا يكذب
لا يستوي غبار خيل الله في
أنف امرئ ودخان نار تلهب

هذا كتاب الله ينطق بيننا
ليس الشهيد بميت لا يكذب


Wahai manusia yang beribadah di Haramain
andaikan engkau melihat kami
Tentu akan mengerti bahwa engkau bermain-main dalam ibadah
Barangsiapa lehernya bersimbah air mata
Maka, pangkal leher kami bersimbah darah tertumpah

Atau kudanya bersusah payah dalam kebatilan
Maka, kuda-kuda kami berletih lesu pada hari tiada kesenangan
Kalian menghirup aroma wewangian ,
sedangkan wewangian kami adalah kilatan kuku kuda dan debu yang paling semerbak

Dan telah datang kepada kita sabda Nabi kita
Sabda yang benar, jujur, tidak bias didustakan
Tiada bersemayam debu kuda Allah pada hidung seseorang
Bersama asap api nereka yang menyala-nyala

Inilah Kitab Allah berwacana kepada kita
Tak bisa didustakan; Tidaklah para syuhada’ itu mati


 'Abid al-haramain adalah gelar yang disandangkan kepada Fudhail bin Iyadh. Syair di atas adalah isi surat yang ditulis oleh Ibnu Mubarak kepada Fudhail. Fudhail menitiskan air mata setelah membaca bait-bait syair ini lalu berkata dengan penuh penyesalan : 
“ Benarlah apa yang dikatakan oleh Abu Abdurrahman ( Abdullah ibnul Mubarak ) . Dia menasihatiku supaya tidak hanya beribadat dan meninggalkan jihad “
Maka Fudhail turun ke medan jihad bersama-sama Abdullah ibnul Mubarak melawan Tartar .


Minggu, 28 Oktober 2012

Seni dalam Islam

Ketika kita berbicara tentang seni, maka yang terlebih dahulu dibicarakan adalah keindahan. Sudah menjadi fitrahnya manusia menyukai keindahan. Seorang ibu akan lebih berbahagia jikalau ia dikaruniai anak yang  dah fisiknya, baik rupa ataupun jasmaninya. Seseorang akan lebih memilih rumah yang indah serta mengenakan pakaian-pakaian yang indah ketimbang semua itu dalam kondisi biasa-biasa saja ataupun buruk. Demikian halnya dengan nyanyian, puisi, yang juga melambangkan keindahan, maka manusia pun akan menyukainya.
Allah itu indah dan menyukai keindahan. Inilah prinsip yang didoktrinkan Nabi saw., kepada para sahabatnya. Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda :
“Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terbetik sifat sombong seberat atom.” Ada orang berkata,” Sesungguhnya seseorang senang berpakaian bagus dan bersandal bagus.” Nabi bersabda,” Sesungguhnya Allah Maha Indah, menyukai keindahan. Sedangkan sombong adalah sikap menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR. Muslim).
Bahkan salah satu mukjizat Al-Qur’an adalah bahasanya yang sangat indah, sehingga para sastrawan arab dan bangsa arab pada umumnya merasa kalah berhadapan dengan keindahan sastranya, keunggulan pola redaksinya, spesifikasi irama, serta alur bahasanya, hingga sebagian mereka menyebutnya sebagai sihir.
Dalam membacanya, kita dituntut untuk menggabungkan keindahan suara dan akurasi bacaannya dengan irama tilawahnya sekaligus.
Rasulullah bersabda :
“Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa’I, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Darimi)
Maka manusia menyukai kesenian sebagai representasi dari fitrahnya mencintai keindahan. Dan tak bisa dipisahkan lagi antara kesenian dengan kehidupan manusia.
Namun bagaimanakah dengan fenomena sekarang yang ternyata dalam kehidupan sehari-hari nyanyian-nyanyian cinta ataupun gambar-gambar seronok yang diklaim sebagai seni oleh sebagian orang semakin marak menjadi konsumsi orang-orang bahkan anak-anak ? Bagaimanakah pandangan Islam terhadap hal-hal tersebut ?
Sebaiknya kita kembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bahwa dalam Al-Qur’an disebutkan :
“Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu sebagai olok-olokan. Mereka itu memperoleh azab yang menghinakan.” (Luqman:6)
Jikalau kata-kata dalam nyanyian itu merupakan perkataan-perkataan yang tidak berguna bahkan menyesatkan manusia dari jalan Allah, maka HARAM nyanyian tersebut. Nyanyian-nyanyian yang membuat manusia terlena, mengkhayalkan hal-hal yang tidak patut maka kesenian tersebut haram hukumnya.
Maka menurut DR. Yusuf Qardhawi, hal-hal yang harus diperhatikan dalam hal nyanyian antara lain :
1. Tidak semua nyanyian hukumnya mubah, karena isinya harus sesuai dengan etika islami dan ajaran-ajarannya.
2. Penampilan dan gaya menyanyikannya juga perlu dilihat
3. Nyanyian tersebut tidak disertai dengan sesuatu yang haram, seperti minum khamar, menampakkan aurat, atau pergaulan bebas laki-laki dan perempuan tanpa batas.
4. Nyanyian –sebagaimana semua hal yang hukumnya mubah (boleh)- harus dibatasi dengan sikap tidak berlebih-lebihan.
Wallahualam bishawab

Maroji : Fatwa-fatwa Kontemporer, Yusuf Qardhawy
Seni dalam Islam
Fiqh Kontemporer

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seni Islam

More on this category »
Sirah

More on this category »
Tokoh

More on this category »
'Aqidah

More on this category »
 
Copyright © 2011. infoduniaislam: Seni Islam . All Rights Reserved
Template modify by Creating Website. Inspired from CBS News